Jalur Luar Negeri

Work and Holiday Visa (subclass 462) untuk paspor Indonesia

  • Kerja
  • Visa kerja-liburan (Work and Holiday)
  • Belum bisa dipastikan

Belum ada tanggal pendaftaran yang kami pastikan

Pola tahun sebelumnya: Home Affairs (diperbarui 23 September 2026) menyebut pendaftaran ballot untuk pemegang paspor Indonesia diperkirakan dibuka akhir 2026. Tanggal pasti belum diumumkan, jadi belum ada jadwal yang bisa dipastikan.

Ada 7 hal yang perlu diwaspadai di program ini. Lihat bagian Hati-hati

Work and Holiday (subclass 462) memberi anak muda dari negara mitra liburan 12 bulan di Australia dengan izin kerja dan belajar jangka pendek. Home Affairs mencatat kuota 5.000 visa pertama per tahun program untuk Indonesia. Pelamar pertama kali akan dikelola lewat ballot (undian); menurut Home Affairs per 23 September 2026, pendaftaran ballot diperkirakan dibuka akhir 2026 dan tanggalnya belum diumumkan. Surat dukungan pemerintah (SDUWHV) dari tahun program sebelumnya tidak memberi tempat atau prioritas dalam ballot. Karena jadwal dan mekanisme ballot untuk Indonesia belum diumumkan, status halaman ini 'belum pasti'. Prosedur SDUWHV di Direktorat Jenderal Imigrasi di bawah ini adalah prosedur tahun program sebelumnya (artikel Imigrasi 19 September 2025); Home Affairs belum menjelaskan bagaimana surat dukungan dipakai bersama ballot, jadi cek pengumuman terbaru sebelum menyiapkan apa pun.

Kami belum bisa memastikan program ini masih berjalan seperti yang ditulis di sini. Cocokkan dulu dengan sumber resmi sebelum menyiapkan apa pun.

Biaya daftar:
Menurut halaman Home Affairs, visa 462 pertama berbiaya AUD 840, sedangkan visa kedua dan ketiga AUD 1,000. Halaman itu menyebut ada biaya lebih rendah mulai 1 Juli 2026 untuk pemegang paspor Papua Nugini, dan Visa Pricing Estimator tidak memperhitungkan biaya lain. Kedutaan Australia menyebut tarif yang jauh di atas daftar harga resmi Home Affairs sebagai tanda penipuan.
Terakhir dicek:

Gambaran pekerjaan dan visa

  • Liburan 12 bulan di Australia dengan kerja dan belajar jangka pendek
  • Boleh bekerja di jenis pekerjaan apa pun, tetapi syarat visa (kondisi 8547) membatasi kerja maksimal 6 bulan pada satu pemberi kerja, kecuali ada pengecualian atau izin tertulis
  • Visa ini bukan visa kerja terampil dan tidak menjamin pekerjaan; untuk jalur kerja terampil lihat halaman Skills in Demand (subclass 482) atau visa berbasis poin

Cara daftar, langkah demi langkah

  1. Cek batas usia dan pendidikan

    Pastikan kamu pemegang paspor Indonesia, berusia paling tinggi 30 tahun (batas bawahnya 18 tahun menurut regulasi usia Working Holiday Maker 2026), dan punya kualifikasi tingkat tinggi atau minimal 2 tahun kuliah S1. Batas atas dan syarat pendidikan tertulis di instrumen hukum Australia untuk visa 462 tahun 2026.

    Lihat sumber (legislation.gov.au) (membuka tab baru)
  2. Pantau pengumuman ballot di Home Affairs

    Pelamar visa 462 pertama dari Indonesia akan melalui ballot. Home Affairs menulis pendaftarannya diperkirakan dibuka akhir 2026 dan tanggal pastinya akan diumumkan di halaman berita program Working Holiday Maker. Peserta ballot mencakup pemegang SDUWHV dari tahun program sebelumnya, tetapi surat itu tidak memberi tempat, prioritas, atau pembebasan dari ballot.

    Lihat sumber (immi.homeaffairs.gov.au) (membuka tab baru)
  3. Pantau pendaftaran SDUWHV di Imigrasi

    Portal SDUWHV Ditjen Imigrasi menyatakan pembukaan tanggal pengajuan akan diumumkan lewat sduwhv.imigrasi.go.id atau media sosial Ditjen Imigrasi. Pada siklus sebelumnya, permohonan diajukan online di portal itu: mendaftar sebagai pemohon, mengisi formulir elektronik, dan mengunggah dokumen pada tanggal yang ditentukan. Belum ada pengumuman resmi bahwa tata cara ini berlaku lagi bersama ballot.

    Lihat sumber (sduwhv.imigrasi.go.id) (membuka tab baru)
  4. Siapkan syarat dasar

    Dari daftar siklus sebelumnya, siapkan paspor (berlaku minimal 12 bulan), ijazah atau bukti pendidikan, bukti dana (surat keterangan bank minimal AUD 5.000 pada siklus lalu), dan sertifikat bahasa Inggris. Pada siklus lalu ada juga pas foto berlatar putih dan surat pernyataan keabsahan dokumen bermeterai Rp10.000. Syarat terbaru bisa berubah.

    Lihat sumber (imigrasi.go.id) (membuka tab baru)
  5. Tunggu verifikasi Imigrasi

    Pada siklus sebelumnya, portal SDUWHV menempatkan verifikasi sebagai tahap ketiga setelah registrasi dan pengisian formulir: kamu menunggu hasil pemeriksaan data dan dokumen yang sudah dikirim oleh Direktorat Jenderal Imigrasi. Tahap ini berasal dari siklus sebelumnya dan belum diumumkan ulang.

    Lihat sumber (sduwhv.imigrasi.go.id) (membuka tab baru)
  6. Unduh SDUWHV

    Tahap keempat pada siklus sebelumnya adalah penerbitan: surat dukungan diunduh lewat portal SDUWHV sebelum batas waktu yang ditentukan. Surat ini dulu menjadi syarat visa dari Kedutaan Besar Australia; cek pengumuman terbaru tentang perannya bersama ballot.

    Lihat sumber (sduwhv.imigrasi.go.id) (membuka tab baru)
  7. Ajukan visa secara online dari luar Australia

    Home Affairs menyatakan visa 462 pertama diajukan online dari luar Australia, tanpa mengikutsertakan anggota keluarga. Bagaimana tahap ini terhubung dengan ballot untuk Indonesia belum dijelaskan Home Affairs, jadi tunggu pengumuman sebelum mengajukan.

    Lihat sumber (immi.homeaffairs.gov.au) (membuka tab baru)
  8. Tunggu keputusan sebelum membeli tiket

    Home Affairs memperkirakan rata-rata pemrosesan sekitar tiga bulan dan menyarankan tidak memesan tiket atau membuat komitmen perjalanan, kerja, atau studi sebelum visa disetujui.

    Lihat sumber (immi.homeaffairs.gov.au) (membuka tab baru)
  9. Berangkat dan bekerja

    Setelah visa disetujui, kamu bisa berangkat. Ingat batas kerja 6 bulan per pemberi kerja menurut kondisi visa 8547.

    Lihat sumber (immi.homeaffairs.gov.au) (membuka tab baru)

Hati-hati

  • Banyak informasi lama beredar. Halaman Kedutaan Australia tentang visa 462 masih memuat kuota 4.264 untuk tahun program 1 Juli 2021 sampai 30 Juni 2022, sedangkan halaman status kuota Home Affairs (diperbarui 12 Oktober 2026) mencatat kuota 5.000 dan mengelola pelamar pertama dari Indonesia lewat ballot.
  • SDUWHV dari tahun program sebelumnya tidak menjamin tempat dalam ballot dan tidak memberi prioritas, menurut Home Affairs. Syarat SDUWHV di halaman ini berasal dari siklus sebelumnya dan bisa berubah.
  • Kedutaan Australia memuat kasus penipuan Work and Holiday: situs yang mengaku mitra pemerintah menjanjikan visa dan pekerjaan pasti, pembayaran ke rekening pribadi lewat transfer internasional, kontak hanya lewat WhatsApp. Halaman itu menegaskan program ini tidak punya jalan pintas atau pekerjaan terjamin, dan bila agen yang membayarkan biaya, tanda terima resmi dan surat konfirmasi ImmiAccount harus memuat Transaction Reference Number yang sama.
Lihat 4 peringatan lain
  • Tanda penipuan visa menurut Kedutaan Australia di antaranya: dihubungi lewat media sosial atau WhatsApp, visa dijamin, uang muka besar atau bayar setelah tiba, diminta menyerahkan paspor, tarif jauh di atas daftar resmi Home Affairs, mengaku bisa bekerja dengan visa kunjungan, pekerjaan dijamin begitu tiba, tidak mau menunjukkan permohonanmu di ImmiAccount, dan klaim terdaftar tanpa nomor MARN.
  • Menurut Home Affairs, pihak ketiga yang memberi bantuan imigrasi berbayar harus agen migrasi terdaftar di OMARA; pengacara praktik di Australia juga boleh. Kamu tetap bertanggung jawab memeriksa syarat visa yang kamu ajukan, walaupun orang lain yang mengisi dan mengirim permohonan.
  • Jangan membeli tiket atau berkomitmen sebelum visa disetujui; Home Affairs menyarankan menunggu hasil lebih dulu.
  • Laporkan dugaan penipuan visa lewat Border Watch Home Affairs (laporan anonim tersedia).

Checklist dokumen

0 dari 6 dokumen sudah siap

Centangan hanya disimpan di browser ini, tidak dikirim ke mana pun.

Syarat

Pendidikan terakhir
Bila ada, rinciannya tertulis di syarat lainnya di bawah.
Usia
18–30 tahun
Sertifikat bahasa
Bila ada, rinciannya tertulis di syarat lainnya di bawah.

Syarat lainnya

  • Pemegang paspor Indonesia yang mengajukan Work and Holiday (subclass 462) pertama; ballot yang akan dibuka berlaku untuk visa pertama ini
  • Usia 18 sampai 30 tahun: batas atas 30 tertulis di instrumen Pemerintah Australia 2026 untuk Indonesia, dan batas bawah 18 tahun diatur di regulasi usia Working Holiday Maker 2026
  • Pendidikan: kualifikasi tingkat tinggi (tertiary), atau sudah menyelesaikan minimal 2 tahun kuliah S1. Pelamar tanpa gelar tetap memenuhi syarat ini bila sudah menyelesaikan 2 tahun kuliah
  • SDUWHV (surat dukungan dari Ditjen Imigrasi RI): prosedur tahun program sebelumnya menurut artikel Imigrasi 19 September 2025 mensyaratkan usia 18 sampai 30 tahun pada saat pendaftaran, lulusan minimal Diploma III atau sudah menempuh pendidikan sarjana minimal 2 tahun, belum pernah ikut program Work and Holiday, bukti dana aktif, sehat, berkelakuan baik, dan tidak sedang dikenai pencegahan keimigrasian. Instrumen 2026 tidak memasukkan Indonesia ke daftar negara yang dikecualikan dari bukti dukungan, tetapi belum ada pengumuman resmi tentang SDUWHV untuk ballot mendatang
  • Bahasa Inggris: siklus sebelumnya mensyaratkan sertifikat bahasa Inggris untuk SDUWHV (IELTS dengan nilai keseluruhan rata-rata minimal 4,5, atau tes lain yang disebut artikel Imigrasi: CELPIP General, MET, OET, LANGUAGECERT Academic, TOEFL iBT, PTE Academic). Karena belum ada aturan baru, kolom bahasa saat daftar dikosongkan di halaman ini; siapkan sertifikat dan cek ketentuan terbaru
  • Dana: siklus sebelumnya meminta surat keterangan bank dengan dana minimal AUD 5.000; angka ini dari tahun program sebelumnya, cek angka terkini
  • Paspor: siklus sebelumnya meminta masa berlaku paspor minimal 12 bulan

Linimasa biasanya

Status terkini ada di bagian atas halaman. Waktu dan cara pengajuan mengikuti ketentuan di sumber resmi.

Sumber resmi

Panduan terkait